Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis <p><img style="width: 250px; padding-right: 10px;" src="https://jurnalstikesintanmartapura.com/public/journals/1/journalThumbnail_en_US.png" align="left" /> <strong>Jurnal Ilmu Keseahatan Insan Sehat (JIKIS)</strong> was first published in June 2013 by the research and community service unit of the Intan Martapura Nursing Academy. In 2019, the Intan Martapura Nursing Academy changed to the Intan Martapura College of Health Sciences (STIkes).</p> <p>This journal is published twice a year, in June and December. The first issue up to June 9 was published in print and stored on the <a href="http://www.stikesintanmartapura.ac.id/index.php/repository" target="_blank" rel="noopener">repository page</a>. Starting in 2021, the Health Sciences Journal of Healthy Humans uses the Open Journal System (OJS) as its journal operational system.</p> <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat</strong> has been accredited by <a title="Sinta JIKIS" href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/11650" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta 4</strong></a>, which publishes research articles related to the field of general health, especially health aimed at the community. This journal covers general health, namely Nursing, Hospital Administration, Midwifery, Pharmacy, Physiotherapy, Public Health, and other discussions related to the world of health. Currently, the <strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat</strong> is <a title="Indexing " href="https://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/indexing" target="_blank" rel="noopener">indexed</a> by <a title="DimensionsJIKIS" href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1425213" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a>, <a title="Garuda JIKIS" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/22696" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>, and <a title="GS JIKIS" href="https://scholar.google.com/citations?user=VIGUV8cAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>.</p> <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat</strong> has p-ISNN: <a title="p-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1395716837" target="_blank" rel="noopener">2338-3534</a> and e-ISSN: <a title="e-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210813280824751" target="_blank" rel="noopener">2807-2693</a>. JIKIS is also an open journal with a <a title="reviewjikis" href="https://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/reviewer" target="_blank" rel="noopener">review</a> or <a title="perrreviewprocess" href="https://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/prosesreview" target="_blank" rel="noopener">peer review process</a> carried out by colleagues according to their field of expertise.</p> STIKES Intan Martapura en-US Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat 2338-3534 PENGARUH MILIEU THERAPY: PLANT THERAPY TERHADAP PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL PASIEN SKIZOFRENIA https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/384 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Interaksi sosial pasien skizofrenia dapat diartikan individu mampu mengungkapkan perasaannya, baik perasaan positif maupun negatif, tanda dan gejala pasien skizofrenia dengan gangguan interaksi sosial diantaranya kesulitan melakukan hubungan dengan orang lain, hal ini dapat menyebabkan pasien akan mengisolasi diri, dan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain. Penurunan interaksi sosial dapat di tangani salah satunya dengan diberikan terapi lingkungan, diantaranya plant therapy (terapi berkebun).<strong> Tujuan: </strong>penelitian ini menganalisis pengaruh <em>Milieu</em> <em>Therapy</em>: <em>Plant Therapy</em> Terhadap Peningkatan Interaksi Sosial Pasien Skizofrenia. <strong>Metode: </strong>Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain <em>quasi eksperiment</em><em> , </em>dengan jumlah 20 responden dengan teknik sampling <em>purposive sampling</em><em>, </em>kuesioner yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur interkasi sosial pasien skozofrenia.<strong> Hasil : </strong>Setelah dilakukan uji normalitas dan Homogenitas dengan hasil seluruh nilai lebih besar dari 0,05 maka dilanjutkan dengan uji <em>Paired T-Test</em> diadapatkan nilai signifikansi sebesar 0,006 yang mana hasil tersebut &lt; 0,05 maka disimpulkan bahwa ada pengaruh <em>Milieu</em> <em>Therapy</em>: <em>Plant Therapy</em> terhadap peningkatan interaksi social pasien skizofrenia. <strong>Kesimpulan: </strong><em>Milieu</em> <em>Therapy</em>: <em>Plant Therapy</em> dapat digunakan sebagai implementasi terapi aktivitas kelompok (TAK) dengan metode berkebun sebagai intervensi <em>non-farmakologis</em> untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan komunikasi pasien.</p> Tiara Lani Raziansyah Raziansyah Copyright (c) 2025 Tiara Lani, Raziansyah Raziansyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 92 96 10.54004/jikis.v13i2.384 PENGARUH SENI MERONCE MANIK-MANIK TERHADAP STIMULASI KOGNITIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/393 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Perkembangan kognitif anak memainkan peran penting dalam kemampuan belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah. Meronce manik-manik adalah salah satu kegiatan yang mampu mengembangkan motorik halus anak. Seni meronce anak akan mengenal beberapa pola warna dan bentuk antara lain bentuk geometri, sehingga kegiatan meronce ini sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan kognitif. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh seni meronce manik-manik terhadap stimulasi kognitif anak. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-eksperimental</em> dengan model <em>one group pretest-posttest design. </em>Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan <em>purposive sampling</em>. Sampel pada penelitian ini adalah anak usia 8 tahun dengan jumlah responden sebanyak 40 siswa. Uji hipotesis menggunakan Teknik <em>Uji Wilcoxon Signed Rank</em>. Data dianalis menggunakan SPSS. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (72,5%) dan sisanya laki-laki (27,5%), dengan seluruh responden berusia 8 tahun. Terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak setelah diberikan intervensi kegiatan meronce manik-manik dengan hasil p = 0.000 &lt; 0.05. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan seni meronce manik-manik yang diterapkan dalam pembelajaran kewirausahaan terbukti memberikan pengaruh terhadap stimulasi kognitif anak. <strong>Saran:</strong> Penting bagi anak usia sekolah untuk melakukan stimulasi kognitif guna untuk meningkatkan kemampuan belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah.</p> Mery Angreani Mufidatul Jariyah Siti Robi'atus Sholiha Copyright (c) 2025 Mery Angreani, Mufidatul Jariyah, Siti Robi'atus Sholiha https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 97 100 10.54004/jikis.v13i2.393 UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/397 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tanaman andaliman (<em>Zanthoxylum acanthopodium</em>) adalah tanaman khas Sumatera Utara. Andaliman dapat memberikan banyak manfaat seperti dijadikan sebagai obat tradisonal. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol buah andaliman dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus epidermidis</em>. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan studi eksperimental. Buah andaliman segar diperoleh dari Pasar MMTC Kota Medan menggunakan teknik <em>random sampling</em> dan diekstraksi menggunakan pelarut etanol. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap <em>Staphylococcus epidermidis</em> menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat yang diukur dalam satuan milimeter dan diklasifikasikan ke dalam kategori lemah (&lt;5 mm), sedang (5–10 mm), kuat (10–20 mm), dan sangat kuat (&gt;20 mm). Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. <strong>Hasil:</strong> Hasil skrining fitokimia andaliman mengandung senyawa metabolik sekunder diantaranya adalah senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Kandungan yang terdapat dalam andaliman dapat berfungsi sebagai antibakteri. Pada hasil identifikasi morfologi bakteri <em>Staphylococcus epidermidis</em> bahwa bakteri berwarna ungu/violet, berbentuk <em>coccus</em> yang bergerombol seperti anggur dan berukuran kecil. Hasil uji antibakteri buah andaliman sebesar 6,5 mm termasuk dalam kategori sedang. <strong>Kesimpulan:</strong> Ekstrak andaliman dapat menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus epidermidis.</em> </p> Dian Pratiwi Liza Mutia Digna Renny Panduwati Iftah Fitri Aghesiyah Copyright (c) 2025 Dian Pratiwi, Liza Mutia, Digna Renny Panduwati, Iftah Fitri Aghesiyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 101 106 10.54004/jikis.v13i2.397 INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PINGGANG, DAN AKTIVITAS FISIK SEBAGAI DETERMINAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA USIA DEWASA https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/398 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hiperurisemia adalah kondisi meningkatnya kadar asam urat akibat kelebihan produksi atau penurunan ekskresi, dan prevalensinya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, pola makan tinggi purin, obesitas, serta rendahnya aktivitas fisik. <strong>Tujuan</strong><strong>: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, dan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada usia dewasa. <strong>Metode: </strong>Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan mengukur hubungan IMT, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik terhadap angka kejadian hiperurisemia pada usia dewasa, sampel diambil menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>, sebanyak 49 responden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner pengukuran aktivitas fisik, pemeriksaan fisik pengukuran IMT dan lingkar pinggang serta pemeriksaan asam urat. Data dianalisis dengan uji korelasi <em>Chi-square.</em> <strong>Hasil: </strong>Kejadian hiperurisemia ditemukan pada responden dengan status gizi <em>overweight </em>dan obesitas (24,5%), serta meningkat pada individu dengan lingkar pinggang besar (14,3%) dan aktivitas fisik rendah (18,4%). Uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara IMT, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik dengan kejadian asam urat (p &lt; 0,01). <strong>Kesimpulan: </strong>Obesitas dan aktivitas fisik rendah merupakan faktor determinan penting terhadap kejadian Hiperurisemia. <strong>Saran</strong><strong>:</strong> Masyarakat diharapkan menjaga berat badan ideal, mengontrol lingkar pinggang, dan meningkatkan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan hiperurisemia</p> Nisa Dewanti Meli Diana Copyright (c) 2025 Nisa Dewanti, Meli Diana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 107 112 10.54004/jikis.v13i2.398 PENGARUH ANSIETAS DAN GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/416 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pengalaman menempuh pendidikan yang penuh dengan perjuangan, membuat siswa rentan mengalami gangguan cemas dan perubahan pada pola tidur. Salah satu masalah kesehatan fisik yang timbul dari efek kecemasan dan gangguan pola tidur yang dialami seseorang adalah masalah pada fungsi pencernaan yang menimbulkan sindrom dispepsia fungsional. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ansietas dan gangguan pola tidur terhadap sindrom dispepsia fungsional. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan teknik <em>Stratified Random Sampling</em> dengan besar sampel 55 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner ansietas dan pola tidur. Analisis data menggunakan uji t. <strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan bahwa secara parsial ansietas berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,193 &gt; t tabel 2,007. Gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,168 &gt; t tabel 2,007. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel ansietas dan gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dengan F<sub>hitung</sub> 4,321 &gt; Ftabel 3,17. <strong>Kesimpulan</strong>: Ansietas dan gangguan pola tidur yang dialami siswa berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan. <strong>Saran</strong>: Kepada siswa agar dapat menghindari terjadinya ansietas dan menjaga pola tidur agar tidak menimbulkan sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan.</p> Elsi Setiandari Lely Octaviana Ari Widyarni Noorhidayah Noorhidayah Hilda Irianty Mahmudah Mahmudah Norfai Norfai Copyright (c) 2025 Elsi Setiandari Lely Octaviana, Ari Widyarni , Noorhidayah Noorhidayah, Hilda Irianty, Mahmudah Mahmudah, Norfai Norfai https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 113 119 10.54004/jikis.v13i2.416 HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/412 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Penatalaksanaan hipertensi pada lansia merupakan tantangan bagi dunia kesehatan mengingat jumlah lansia dengan hipertensi semakin meningkat. Keterlibatan secara langsung dan kemampuan pasien dalam mengelola perawatan diri diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tetap stabil. <strong>Tujuan</strong><strong>: </strong>mengetahui hubungan <em>self care management</em> dengan tekanan darah pada lansia hipertensi, <strong>Metode</strong><strong>: </strong>penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan <em>crossectional</em>, populasi lansia dengan hipertensi sejumlah 98 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 44, pengumpulan data variabel independent <em>self care management</em> menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, variabel dependen tekanan darah diambil dari hasil pengukuran saat posyandu. Analisa data menggunakan <em>spearman rank</em>. <strong>Hasil</strong><strong>: </strong>pengolahan data didapatkan self care management 56,8% responden tergolong kategori baik dan tekanan darah 68,2% tergolong dalam kategori hipertensi ringan, uji spearman rank p=0,067 &gt; 0,05 yang artinya tidak ada hubungan <em>self care management</em> dengan tekanand arah pada lansia hipertensi. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> <em>self care management</em> yang telah dilakukan lansia membutuhkan validasi terkait kondisi kesehatan lansia, yang artinya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia, dalam kondisi ketaatan yang ketat dapat membuat lansia stres yang tidak disadari. <strong>Saran</strong><strong>:</strong> Perlu mempertimbangkan variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan antara self care management dengan tekanan darah.</p> Siswati Heni Maryati Supriliyah Praningsih Desy Siswi Anjar Sari Fitri Firranda Nurmalisyah Copyright (c) 2025 Siswati, Heni Maryati, Supriliyah Praningsih, Desy Siswi Anjar Sari, Fitri Firranda Nurmalisyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 120 124 10.54004/jikis.v13i2.412 ANALISIS PERILAKU PENGGUNAAN KARTU KEMBANG ANAK (KKA) TERHADAP PEMANTAUAN PERKEMBANGAN BALITA https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/414 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang tidak diatasi dengan baik akan berdampak pada siklus pertumbuhan dan perkembangan anak di usia selanjutnya. Pemantauan perkembangan balita masih merupakan tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak. Tenaga kesehatan masih menghadapi kendala dalam melakukan edukasi kepada orangtua mengenai pentingnya pemantauan perkembangan anak secara rutin. Hal ini menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan cakupan pemantauan perkembangan anak yang lebih komprehensif. <strong>Tujuan</strong><strong>: </strong>penelitian ini untuk menganalisis perilaku penggunaan Kartu Kembang Anak yang meliputi pengetahuan, sikap, tindakan ibu terhadap pemantauan perkembangan balita di Desa Sungai Tuan Ulu. <strong>Metode</strong><strong>: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, populasi dan sampel penelitian berjumlah 39 responden menggunakan teknik <em>total sampling</em><em>, </em>analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji <em>Chi square.</em> <strong>Hasil</strong><strong>: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemantauan perkembangan balita adalah pengetahuan, sikap dan tindakan dengan nilai p &lt; 0,05 dengan uji <em>Chi square</em>, <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Seluruh ibu berpengetahuan baik tentang penggunaan Kartu Kembang Anak, sikap dan tindakan juga berhubungan pemantauan perkembangan balita. <strong>Saran</strong><strong>:</strong> Ibu hendaknya terus menerus menggunakan Kartu Kembang Anak agar perkembangan anak terus dapat dipantau sesuai dengan umurnya.</p> Iis Pusparina Filia Sofiani Ikasari Mutiara Rahmi Copyright (c) 2025 Iis Pusparina, Filia Sofiani Ikasari, Mutiara Rahmi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-30 2025-12-30 13 2 125 130 10.54004/jikis.v13i2.414 STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DENGAN AKUPRESUR DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/407 <p><strong>Pendahuluan :</strong> Prevalensi Hipertensi tetinggi pada golongan lansia. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara terus menerus, sedangkan tubuh lansia mengalami penurunan toleransi akan obat kimia. Intervensi non-farmakologis sangat diperlukan untuk menunjang perawatan lansia dirumah. <strong>Tujuan :</strong> Membandingkan efektivitas terapi musik dengan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi. <strong>Metode :</strong> Penelitian studi komparasi menggunakan desain quasi eksperimen <em>pre-posttest with comparison group</em> pada lansia Hipertensi di Panti PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing berjumlah 15 responden menggunakan <em>purposive</em><em> sampling</em>. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital sebelum dan sesudah intervensi selama 2 minggu. Analisis Data melalui <em>uji paired t test</em>, <em>Wilcoxon</em>, dan <em>Mann Whitney</em> dengan SPSS versi 27. <strong>Hasil :</strong> Terapi musik efektif menurunkan tekanan <em>diastole </em>(p value = 0,017), dan akupresur efektif menurunkan tekanan <em>sistole</em> (ρ value = 0,017). Hasil uji komparasi kedua terapi pada tekanan sistole p value = 0,652 dan diastole p value = 0,051 sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan yang bermakna diantara kedua terapi dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan Hipertensi atau tidak ada yang lebih efektif diantara kedua terapi tersebut. <strong>Saran :</strong> Terapi musik dan terapi akupresur dapat direkomendasikan menjadi terapi ajuvan dalam perawatan lansia Hipertensi.</p> Taufik Hidayat Diana Pefbrianti M Noor Ifansyah Rizka Mahribdiani Copyright (c) 2025 Taufik Hidayat, Diana Pefbrianti, M Noor Ifansyah, Rizka Mahribdiani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-03 2026-02-03 13 2 131 138 10.54004/jikis.v13i2.407 PENGARUH BEHAVIOR FAMILY THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/408 <p>Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak tidak hanya pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai perawat utama. Keterlibatan dan kemampuan keluarga sangat menentukan keberhasilan perawatan pasien skizofrenia. Salah satu intervensi yang dapat meningkatkan kemampuan keluarga adalah <em data-start="468" data-end="493">Behavior Family Therapy</em> (BFT), yaitu terapi yang berfokus pada perubahan pola interaksi dan perilaku keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh BFT terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien skizofrenia. Metode: Penelitian menggunakan desain <em data-start="740" data-end="758">quasi experiment</em> dengan pendekatan <em data-start="777" data-end="811">pre-post test with control group</em>. Populasi penelitian adalah keluarga yang merawat klien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur sebanyak 68 orang. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (15 responden) dan kelompok kontrol (15 responden) dengan teknik <em data-start="1077" data-end="1101">simple random sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan <em data-start="1136" data-end="1160">Behavior Rating Scales</em>. Hasil: Rata-rata kemampuan keluarga pada kelompok intervensi meningkat dari 92,32 sebelum BFT menjadi 135,52 setelah BFT. Pada kelompok kontrol, peningkatan relatif kecil dari 81,74 menjadi 83,52. Hasil uji <em data-start="1369" data-end="1384">paired t-test</em> menunjukkan nilai p = 0,00 (p &lt; 0,05). Kesimpulan: <em data-start="1436" data-end="1461">Behavior Family Therapy</em> berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia.</p> Martini Nur Sukmawaty Tiara Lani Raziansyah Raziansyah Copyright (c) 2025 Martini Nur Sukmawaty, Tiara Lani, Raziansyah Raziansyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-03 2026-02-03 13 2 139 143 10.54004/jikis.v13i2.408 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PERAWAT DALAM PEMILAHAN LIMBAH MEDIS RSUD KOTA SABANG https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/429 <p><strong>Pen</strong><strong>dahuluan</strong><strong>: </strong>Pengelolaan limbah medis rumah sakit sangat penting karena memiliki berbagai risiko terhadap kesehatan bagi siapa saja, termasuk karyawan rumah sakit, pasien dan masyarakat. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan perawat dalam pemilahan limbah medis di RSUD Kota Sabang. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah semua perawat di RSUD Kota Sabang tahun 2022 sebanyak 158 perawat. Pengambilan sampel menggunakan <em>propotional sampling</em> sebanyak 61 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. <strong>Hasil :</strong> Hasil menunjukkan bahwa 60,7% pemilihan limbah medis kurang baik, 50,8% berpengetahuan baik, 57,4% bersikap positif, 54,1% masa kerja lama dan 52,2% responden dengan pelatihan. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan (<em>ρ value </em>= 0,002), sikap (<em>ρ value </em>= 0,006), masa kerja (<em>ρ value</em> = 0,008) dan pelatihan (<em>ρ value</em> = 0,021) dengan tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang. <strong>Kesimpulan:</strong> Semua variabel memiliki hubungan dengan tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang tahun 2022. <strong>Saran:</strong> Diharapkan pimpinan rumah sakit untuk memperketat peraturan mengenai tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang dan kepada perawat di RSUD Kota Sabang untuk memilah sampah medis.</p> Jihan Fadhillah Tahara Dilla Santi Copyright (c) 2025 Jihan Fadhillah, Tahara Dilla Santi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-05 2026-02-05 13 2 144 150 10.54004/jikis.v13i2.429 HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PADA LAYANAN UNGGULAN EYE CENTER DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG BANJARBARU https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/310 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Layanan unggulan eye center di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru dituntut untuk memberikan pelayanan bermutu dan meningkatkan kepuasan pasien. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bauran pemasaran dengan kepuasan pasien pada layanan unggulan eye center di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 87 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tujuh elemen bauran pemasaran dan lima dimensi kepuasan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman-Rho. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran dan kepuasan pasien secara umum berada pada kategori tinggi. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran dengan kepuasan pasien (p = 0,000). Secara parsial, elemen produk (p = 0,000), harga (p = 0,000), promosi (p = 0,036), petugas (p = 0,017), proses (p = 0,000), dan bukti fisik (p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan elemen tempat tidak berhubungan signifikan (p = 0,068). Elemen proses memiliki hubungan paling kuat dengan kepuasan pasien (r = 0,623). <strong>Kesimpulan:</strong> Bauran pemasaran berhubungan dengan kepuasan pasien, sehingga optimalisasi proses pelayanan perlu menjadi prioritas rumah sakit.</p> Hifzha Nafsah Nur Afifah M Noor Ifansyah Iis Pusparina Copyright (c) 2025 Hifzha Nafsah Nur Afifah, M Noor Ifansyah, Iis Pusparina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-06 2026-02-06 13 2 151 157 10.54004/jikis.v13i2.310