Journal of Intan Nursing https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join <p><strong>Journal of Intan Nursing</strong> is a Stikes Intan Martapura journal with p-ISSN:<a title="p-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230131200594608" target="_blank" rel="noopener"> 3031-3260</a> and e-ISSN: <a title="e-ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220815241334147" target="_blank" rel="noopener">2961-9181</a>. This journal publishes original articles, reviews and case studies in the general and specific fields of nursing, including basic nursing, medical surgical nursing, emergency and critical care nursing, psychiatric nursing, community and family nursing, gerontic nursing, maternity nursing, pediatric nursing, Nursing Management, and others. This journal is published twice yearly, in March and September, starting in 2022 and continuing until now.</p> <p>The Journal of Intan Nursing is also an open journal with a <a title="reviewers" href="https://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/reviewer" target="_blank" rel="noopener">review</a> or <a title="peer review process" href="https://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/peerreviewprocess" target="_blank" rel="noopener">peer review process</a> carried out by colleagues according to their field of expertise, especially in nursing. </p> <p>Journal of Intan Nursing has been accredited by <a title="JOIN Sinta 4" href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/13734#!">Sinta 4</a></p> <p> </p> en-US admin-jurnal@jurnalstikesintanmartapura.com (Heryyanoor) admin-jurnal@jurnalstikesintanmartapura.com (Muhlisoh) Tue, 31 Mar 2026 12:35:24 +0000 OJS 3.2.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Faktor risiko diabetes melitus pada lansia di wilayah pedesaan: Analisis Epidemiologi Cross-Sectional https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/387 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji <em>chi-square</em> dan <em>independent t-test</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.</p> Podo Yuwono, Ernawati, Bambang Utoyo Copyright (c) 2026 Podo Yuwono, Ernawati, Bambang Utoyo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/387 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Nilai Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/473 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi sering menyertai Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) sebagai komorbiditas yang meningkatkan risiko kardiovaskular. Pengendalian tekanan darah memerlukan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi stres dan memperbaiki respons fisiologis.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek penggabungan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).</p> <p><strong>Metode:</strong> Dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest, studi melibatkan 30 responden (15 intervensi, 15 kontrol) di Puskesmas Temindung, Samarinda. Kelompok intervensi menerima PMR dan aromaterapi lavender selama 7 hari, sementara kelompok kontrol hanya terapi farmakologis standar.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan (ρ=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti (ρ &gt;0,05). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi Perbedaan yang bermakna secara statistik antar kelompok (ρ &lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat efek penggabungan Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan aromaterapi lavender terhadap pengendalian tekanan darah pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).</p> Sekar Putri Azzahra, Taufik Septiawan, Thomas Ari Wibowo Copyright (c) 2026 Sekar Putri Azzahra, Taufik Septiawan, Thomas Ari Wibowo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/473 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 Mekanisme Penanggulangan Keluarga dan Status Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Rowokele https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/445 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain faktor gizi dan sosial ekonomi, mekanisme koping keluarga diduga berperan dalam pencegahan stunting</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mekanisme koping keluarga dan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rowokele, Kabupaten Kebumen</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik <em>cross-sectional</em>. Variabel independen adalah mekanisme koping keluarga dan variabel dependen adalah kejadian stunting pada balita. Populasi penelitian berjumlah 256 keluarga dengan sampel 71 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan pada Desember 2024 menggunakan kuesioner <em>Family Crisis Oriented Personal Evaluation Scales</em> (F-COPES). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p &lt; 0,05..</p> <p><strong>Hasil:</strong> Sebagian besar keluarga memiliki mekanisme koping adaptif dengan dimensi tertinggi pada dukungan sosial. Terdapat hubungan signifikan antara mekanisme koping keluarga dan kejadian stunting (χ² = 9,902; p &lt; 0,003). Koping maladaptif meningkatkan risiko stunting (OR = 0,167; 95% CI = 0,048–0,584).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Mekanisme koping keluarga berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.</p> Yuli Susilowati, Sulton Nur Ali, Putra Agina Widyaswara Suwaryo Copyright (c) 2026 Yuli Susilowati, Sulton Nur Ali, Putra Agina Widyaswara Suwaryo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/445 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Narapidana https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/372 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Perasaan cemas juga menimbulkan masalah dalam konsep diri individu dan cenderung memiliki ancaman pada jiwa dan psikis seperti kehilangan arti hidup dan merasa tidak berguna atau depresi. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu timbulnya kecemasan pada narapidana tersebut, salah satunya adalah dukungan yang didapatkan oleh narapidana selama menjalani masa tahanan.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian sebanyak 71 orang yang dipilih melalui teknik <em>purposive</em><em> sampling</em>. Variabel dalam penelitian ini meliputi, variabel indenpenden berupa dukungan keluarga dan variabel dependen berupa tingkat kecemasan. Data dukungan keluarga dan kecemasan dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar <em>Depression Anxiety Stress Scale </em>(DASS)-21. ata kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Rank Spearman</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga pada narapidana sebagian besar berada dalam kategori sedang (53,5%) dengan tingkat kecemasan narapidana lebih banyak berada dalam kategori ringan (70,4%). Berdasarkan hasil uji analisis bivariat didapatkan nilai p=0,003 (&lt;0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan narapidana.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli.</p> I Kadek Enal Megantara, Ni Putu Dita Wulandari , Ni Komang Purwaningsih , Ni Komang Matalia Gandari Copyright (c) 2026 I Kadek Enal Megantara, Ni Putu Dita Wulandari , Ni Komang Purwaningsih , Ni Komang Matalia Gandari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/join/article/view/372 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000